2. Bullying Memicu Gangguan Kesehatan Mental
Bullying dapat menyebabkan stres berkepanjangan, kecemasan, depresi, hingga trauma. Dalam kasus tertentu, korban bahkan dapat mengalami gangguan psikologis yang membutuhkan pendampingan profesional. Luka emosional ini sering kali bertahan hingga dewasa.
3. Prestasi Belajar Menurun Drastis
Anak yang merasa tidak aman di sekolah akan sulit berkonsentrasi saat belajar. Pikiran mereka dipenuhi rasa takut dan cemas sehingga motivasi belajar menurun.
Tidak sedikit korban bullying yang akhirnya enggan masuk sekolah atau mengalami penurunan nilai secara signifikan.
4. Korban Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Bullying membuat anak merasa tidak diterima. Mereka mulai menghindari teman-teman, enggan mengikuti kegiatan sekolah, bahkan memilih menyendiri.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menghambat perkembangan kemampuan sosial yang sangat penting bagi masa depan mereka.
5. Pelaku Berisiko Mengembangkan Perilaku Agresif
Tidak semua orang menyadari bahwa pelaku bullying juga membutuhkan perhatian. Jika perilaku intimidasi terus dibiarkan tanpa pembinaan, anak dapat menganggap kekerasan sebagai cara yang wajar untuk menyelesaikan masalah. Kebiasaan ini berpotensi terbawa hingga dewasa.