-Meningkatkan Gerakan & Koordinasi Motorik.
Melatih otot, sendi, kemampuan berjalan, berlari, dan gerak biasa lainnya agar anak bisa bergerak dengan normal.
– Memperkuat Otot & Menjaga Fleksibilitas.
– Meminimalkan kekakuan, kontraktur, serta membantu otot lebih lentur dan kuat.
– Meningkatkan Kemandirian dan Rasa Percaya Diri.
Saat anak bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, bahkan bermain sendiri, rasa percaya dirinya tumbuh.
– Deteksi Dini & Pencegahan Komplikasi.
BACA JUGA: Rahasia Terapi Wicara, Cara Efektif Membantu Anak Bicara Lancar dan Percaya Diri
Dengan observasi dan intervensi dini, banyak masalah yang bisa dicegah agar tidak menjadi lebih parah.
– Dukungan Emosional & Sosial.
Terapi yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan (termasuk terapi bermain) membantu si anak tidak merasa takut, malu, atau terisolasi. Hubungan antara anak, terapis, dan orang tua menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.
Karena kebutuhan dan kemampuan anak sangat bervariasi, strategi terapi perlu disesuaikan dengan umur dan kondisi. Berikut adalah gambaran umum,sebagai berikut:
– Usia 0–2 tahun: Fokus pada stimulasi motorik kasar dan halus lewat permainan sederhana, latihan kepala-leher, merangkak, berguling. Terapi bersifat lembut dan menyenangkan.
– Usia pra-sekolah (3-5 tahun): Terapi bisa melibatkan aktivitas bermain yang lebih kompleks, latihan keseimbangan, koordinasi, kontrol otot.
Fisio Home
Usia sekolah (6-12 tahun) atau remaja: Bisa melibatkan latihan fisik yang lebih terstruktur, penanganan cedera, penguatan otot, latihan keseimbangan, dan kegiatan yang mendukung partisipasi sosial dan olahraga.