Mengapa Ini Penting untuk Anak?
Anak dengan kepekaan berlebih (hipersensitif) mungkin merasa tidak nyaman saat disentuh, terganggu oleh suara yang dianggap biasa oleh orang lain, atau tidak tahan dengan pakaian tertentu.
Sementara anak dengan kepekaan kurang (hiposensitif) bisa tampak tidak peka terhadap rasa sakit, suka mencari sensasi ekstrem, atau sulit fokus karena tidak mendapatkan cukup rangsangan.
Masalah ini bisa berdampak pada kemampuan anak untuk:
Fokus belajar di sekolah
Berinteraksi sosial
Menjaga emosi tetap stabil
Melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, dan tidur
Bagaimana Terapi Ini Bekerja?
Dalam sesi terapi, anak akan diajak bermain dengan aktivitas yang merangsang indera secara terstruktur—misalnya:
apakah ada potensi tantangan atau efek samping yang mungkin timbul selama atau setelah menjalani terapi sensori integrasi, dan bagaimana terapis serta orang tua dapat mengantisipasi serta mengelolanya?
Tentunya ada tantangannya, terkait dengan usia yang terus bertambah jika terapi sensori integrasi tidak dilakukan dengan baik akan ada efek perilaku negatif dan menghambat perkembangan berikutnya, maka perlua adanya penyamaan persepsi orang tua terkait problem sensori yang muncul
Pingback: Terapi Okupasi Menemani Anak Menapaki Tangga Kecil Menuju Kemandirian - RienClinic
Pingback: Terapi Perilaku Rahasia Baru Mengubah Hidup, Mengatasi Kecemasan hingga Tingkatkan Kualitas Hidup - RienClinic